Pentingnya Bimbingan Karier Sejak Dini untuk Siswa Sekolah Menengah
Ruang Bangsa - Dr. Pham Hiep, Direktur Institut Penelitian Pendidikan dan Transfer Pengetahuan (Universitas Chengdu), percaya bahwa sulit mengharapkan siswa sekolah menengah membuat pilihan karir yang tepat tanpa persiapan dan bimbingan sejak dini. Pada kenyataannya, banyak profesi baru muncul dan berkembang pesat seiring dengan ledakan ilmu pengetahuan dan teknologi serta integrasi internasional. Bahkan profesi tradisional pun "didefinisikan ulang" dengan tuntutan yang lebih tinggi untuk kualifikasi profesional dan keterampilan teknologi. Perubahan yang cepat ini mengharuskan bimbingan karir harus mutakhir, fleksibel, dan selaras dengan realitas.
Menurut Dr. Pham Hiep, alih-alih berfokus pada bimbingan karier, kita seharusnya memprioritaskan pengembangan keterampilan bagi siswa dengan memberikan mereka informasi yang komprehensif. Saluran yang dapat diandalkan harus memberikan deskripsi rinci tentang keterampilan dan karier yang terkait. Bersamaan dengan itu, program pelatihan sekolah perlu dikaitkan erat dengan keterampilan spesifik, membentuk dasar untuk keterampilan lebih lanjut. Ketiga, diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mendukung peserta didik dalam kasus pilihan yang salah dan membantu mereka memperbaiki kesalahan tersebut.
Profesor Madya Tran Thanh Nam, Wakil Rektor Universitas Pendidikan (Universitas Nasional Vietnam, Hanoi), percaya bahwa dalam konteks revolusi teknologi 4.0, "masa hidup" profesi lebih pendek dari sebelumnya. Beberapa bidang teknologi mungkin menjadi usang segera setelah solusi baru muncul. Oleh karena itu, para kandidat perlu mempertimbangkan pilihan mereka dengan cermat sebelum memilih profesi untuk memiliki visi jangka panjang, menghindari mengejar tren yang cepat berlalu sambil mengabaikan kemampuan dan minat mereka sendiri.
Selain memahami kebutuhan pasar tenaga kerja, kandidat juga harus fokus pada pengembangan keterampilan mendasar seperti berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, keterampilan teknologi, dan bahasa asing. Faktor-faktor ini membantu pekerja untuk secara fleksibel berpindah pekerjaan ketika pasar berubah.
Bimbingan karier dibutuhkan tidak hanya untuk siswa kelas 12 tetapi juga sejak usia dini untuk membentuk persepsi awal tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Dengan demikian, pada usia sekolah menengah, siswa mulai lebih jelas mengekspresikan minat, bakat, kepribadian, dan sikap mereka terhadap setiap mata pelajaran. Jika dibimbing sejak dini, siswa akan memahami bahwa belajar bukan hanya untuk ujian tetapi juga persiapan untuk karier jangka panjang. Ini membantu mereka memiliki motivasi yang lebih jelas untuk belajar, menghindari mentalitas belajar hanya untuk lulus atau memilih mata pelajaran secara impulsif.
Bapak Dang Minh Trung, seorang guru di Sekolah Menengah Di An (Kota Ho Chi Minh), menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah, khususnya siswa kelas 9, harus memilih sekolah, mata pelajaran, dan jalur pendidikan mereka setelah sekolah menengah, tetapi saat ini kurang memiliki informasi dan bimbingan karier yang sesuai dengan minat pribadi mereka. Waktu yang tersedia untuk konseling langsung dari guru wali kelas dan para ahli juga terbatas.
Oleh karena itu, Bapak Trung meneliti dan mengusulkan solusi "Visa 15 Tahun", sebuah situs web gratis yang mengintegrasikan AI, pengujian RIASEC, data pekerjaan standar ILO, dan permainan karier. Melalui profil yang dipersonalisasi, solusi ini menyarankan jalur pendidikan dan karier untuk setiap siswa berdasarkan kepribadian, minat, dan kemampuan mereka. Berkat ini, guru wali kelas dan orang tua dapat menggunakan hasilnya untuk membimbing pilihan karier dan membantu siswa lebih memahami kekuatan, minat, dan karier yang sesuai untuk mereka. Secara bersamaan, siswa akan merasa lebih percaya diri dalam memilih jalur akademik dan aspirasi pasca-sekolah menengah mereka.




