BLIMBING, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus berupaya memperkuat stabilitas sosial dan kohesi kebangsaan. Pada Selasa, 29 Juli, Bakesbangpol menggelar prosesi pengukuhan tiga forum strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kerukunan dan komunikasi dalam masyarakat.
Acara yang berlangsung di Malang Creative Center (MCC) Lantai 2 ini dihadiri oleh 71 pengurus dari tiga forum, yaitu:
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan pengukuhan yang didampingi oleh Plt Kepala Bakesbangpol, Alie Mulyanto. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring koordinasi antar elemen masyarakat demi menciptakan Kota Malang yang aman, damai, dan inklusif.
Alie Mulyanto menjelaskan bahwa pembentukan dan pengukuhan forum-forum ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendorong komunikasi aktif dan sinergi sosial. Menurutnya, ketiga forum ini akan berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menyerap aspirasi, mendeteksi potensi konflik, serta merawat harmoni sosial.
FKDM akan fokus pada deteksi dini potensi konflik sosial, FKUB berfungsi sebagai jembatan antarumat beragama, dan FPK akan memperkuat pembauran lintas etnis dan budaya. Kolaborasi dari ketiga forum ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan kebangsaan saat ini.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menekankan pentingnya peran forum-forum tersebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas, toleransi, dan kerukunan masyarakat. Ia menyatakan bahwa meskipun masing-masing forum memiliki tugas berbeda, tujuan mereka tetap sama: untuk menjamin Kota Malang tetap aman, harmonis, dan inklusif bagi seluruh warganya.
Wahyu juga menegaskan bahwa pemerintah sangat membutuhkan masukan dari masyarakat, terutama dari forum-forum ini, guna mendeteksi gejala sosial sedini mungkin dan menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Alie Mulyanto menambahkan bahwa keberadaan forum-forum ini akan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan bidang politik kebangsaan dan integrasi sosial.
“Ini sejalan dengan semangat Bakesbangpol untuk menciptakan ruang komunikasi yang aktif antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur warga lainnya,” pungkasnya.