Pendeta Atok: Keadilan Ekonomi Kunci Mengurangi Konflik Sosial
Sosial

Pendeta Atok: Keadilan Ekonomi Kunci Mengurangi Konflik Sosial

Ruang Bangsa - RRI.CO.ID, Makassar – Moderasi beragama mendorong kerjasama ekonomi yang tidak memandang perbedaan, tidak memandang latar belakang agama atau suku, membangun solidaritas dan toleransi. Hal inilah yang menjadi titik temu dalam moderasi beragama.

Anggota FKUB Kota Makassar Pdt. Atok Saramang, dalam Program Moderasi Agama Pro 1, Selasa, 24 Maret 2026, menjelaskan bahwa penerapan ekonomi yang berkeadilan harus mengurangi kesenjangan sesuai dengan ajaran kristiani untuk menanggung beban satu sama lain. Keadilan tanpa kasih akan menjadi kaku.

“Hidup sederhana, istilahnya kalau kami itu, bagaimana ramah terhadap lingkungan. Jadi yang perlu dikasihi dalam situasi dan kondisi saat ini adalah bukan hanya seseorang manusia, tetapi juga adalah semua ciptaan. Dan itu akan terpelihara, akan terwujud jika kita hidup sederhana,” jelas Atok – sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dikatakan, membangun hidup yang sederhana terpusat pada mensyukuri yang telah dimiliki. “Bukan melihat apa yang belum ada, tetapi yang ada kita syukuri. Jadi bukan mencari yang tidak ada,” jelasnya.

Atok berpesan kepada generasi saat ini agar lebih jujur dan adil dalam melakukan usaha atau bisnis. Pentingnya tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama dan juga tidak terlepas dari nilai-nilai luhur budaya lokal.

Selain itu, Atok juga mengingatkan bagi pemodal untuk tidak banyak menuntut, sekaligus bagi penerima modal untuk menjaga tanggung jawab. Keraguan investasi biasanya berakar dari hilangnya kepercayaan, maka integritas dan nilai-nilai luhur harus dijunjung tinggi oleh kedua belah pihak.

Membangun ekonomi yang berkeadilan bukan sekedar upaya meningkatkan angka pertumbuhan materi melainkan sebuah panggilan iman untuk memanusiakan manusia. Dari perspektif Kristiani, jelas Atok, keadilan ekonomi adalah perwujudan dari tugas pelayanan dan hukum kasih yang inklusif.

“Ketika ekonomi dikelola dengan prinsip keadilan dimana yang lemah diberdayakan dan yang kuat tidak mengeksploitasi maka akar dari berbagai konflik sosial dan ekstremisme dapat dipangkas. Ekonomi yang berkeadilan dan moderasi beragama adalah dua sisi mata uang yang paling menguatkan. Moderasi beragama membutuhkan lingkungan yang stabil dan stabilitas tersebut hanya bisa dicapai jika keadilan ekonomi terwujud,” tutup Atok.

You can share this post!