Ruang Bangsa - Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menjadi kekuatan strategis generasi muda dalam merawat demokrasi dan memperkuat dialog kebangsaan. Pernyataan ini disampaikan oleh Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam pidato pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026 di Denpasar.
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026 berlangsung pada Kamis (21/5/2026) dan dihadiri oleh berbagai unsur organisasi. Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang akrab disapa Fikar, menekankan pentingnya Pemuda Muhammadiyah untuk tetap terhubung dengan akar sosialnya di tengah perubahan zaman.
Fikar mengingatkan bahwa organisasi tidak seharusnya hanya fokus pada pencitraan di media sosial, tetapi perlu memperkuat keberadaan di tingkat cabang dan ranting. Ia menekankan pentingnya hadir di tengah persoalan anak muda, seperti di kampus, desa, masjid, dan komunitas. Fikar juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk lapangan pekerjaan, pendidikan, krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral dalam ruang publik.
Fikar mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk bertumbuh dengan orientasi jelas yang berdampak. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan tidak hanya diukur dari jumlah struktur atau seremonial, tetapi dari kapasitas kader dalam berpikir kritis dan merebut ruang strategis bangsa. Tujuan akhir adalah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan yang berpihak pada rakyat dan nilai Islam berkemajuan.