Dalam era teknologi yang semakin berkembang, akses terhadap informasi dari berbagai belahan dunia menjadi lebih mudah. Ruang digital tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai sarana yang efektif untuk menyebarkan budaya suatu bangsa.
Keberagaman budaya Indonesia perlu diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui platform dan media digital. Konten dalam bentuk teks, video, dan audio mengenai budaya lokal dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa.
Robinson Sinurat, pendiri Yayasan Mimpi Besar Indonesia, menekankan pentingnya digitalisasi kebudayaan. "Digitalisasi kebudayaan merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pengelolaan, pendokumentasian, dan penyebarluasan pengetahuan tentang budaya," ujarnya dalam sebuah webinar mengenai Digitalisasi Kebudayaan yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.
Sinurat menambahkan bahwa sebagai pengguna ruang digital, masyarakat perlu mengenalkan berbagai aspek budaya Indonesia, termasuk seni, bahasa, dan permainan tradisional. "Kita perlu menciptakan konten yang mempromosikan budaya kita ke dunia luar," jelasnya.
Sementara itu, Vivid D Sambas, Ketua Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), mengungkapkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam digitalisasi kebudayaan. "Indonesia terdiri dari berbagai suku dan etnis di ribuan pulau, dan ini dapat menjadi sumber konten untuk memperkenalkan budaya dari setiap daerah," tuturnya.
Vivid juga mengajak masyarakat untuk merekam dan melestarikan jejak kebudayaan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. "Kita dapat berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan budaya dengan memproduksi konten budaya dari sekitar kita, atau dengan membagikan konten yang diproduksi oleh orang lain," tambahnya.
Rini Darmastuti, Ketua Program Studi S1 Public Relations Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), mengingatkan pentingnya etika dalam berinteraksi di ruang digital. "Kita harus beretika karena berkomunikasi dengan berbagai budaya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga identitas diri dan identitas bangsa di ruang digital," ujarnya.
Rini juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan eksistensi budaya Indonesia dengan cara yang sopan dan etis. "Mari kita lindungi jati diri bangsa dan negara dari tantangan globalisasi, serta menjaga eksistensi kita dalam hubungan internasional di ruang digital," pungkasnya.