PEKANBARU, Siberriau – Suasana di Hotel Pangeran Pekanbaru berbeda pada Senin, 13 April 2026, ketika semangat nasionalisme dan edukasi literasi keuangan menyatu dalam acara yang berlangsung di Ruang Bertuah V. Kegiatan ini menghadirkan Debi Prahara dari Bank Indonesia sebagai fasilitator untuk membahas kampanye CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah.
Acara ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan juga simbol kedaulatan negara yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam paparannya, Debi Prahara menguraikan tiga pilar utama yang perlu diperhatikan dalam memperlakukan mata uang Garuda:
Materi yang disampaikan juga menyoroti evolusi cara transaksi. Dari sistem barter yang rumit, kini masyarakat telah memasuki era digital yang menawarkan kemudahan. Debi menegaskan, "Pemanfaatan fungsi Rupiah sebagai alat penyimpan nilai bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk bangsa."
Masyarakat didorong untuk mengenal berbagai kanal pembayaran modern seperti:
Salah satu pesan utama dalam pertemuan di Ruang Bertuah V adalah ajakan untuk berbelanja produk dalam negeri. Dengan mengutamakan produk lokal, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil. Debi juga mengingatkan bahwa belanja berlebihan dapat memicu inflasi, sehingga prinsip "Belanja Bijak" menjadi kunci dalam pilar "Paham Rupiah".
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh peserta, termasuk para pendidik dan penggerak literasi. Melalui edukasi ini, diharapkan semangat untuk menjaga Rupiah dapat tersebar luas, mulai dari ruang-ruang kelas hingga ke meja-meja pasar.
Secara keseluruhan, kampanye ini menggarisbawahi pentingnya Cinta Rupiah sebagai bentuk mencintai Indonesia, Bangga Rupiah sebagai upaya menjaga kedaulatan bangsa, dan Paham Rupiah sebagai langkah mewujudkan kesejahteraan negara.