Menggali Akar Konflik Sosial di Kepulauan Kei
Sosial

Menggali Akar Konflik Sosial di Kepulauan Kei

Ruang Bangsa - Kei yang Rapuh: Konflik Sosial Berulang, Akar Masalah Tak Tersentuh

Oleh : A. Samad Serang

Kota Tual – Maluku Tenggara, Tualnews.com — Konflik sosial di Kepulauan Kei kembali menjadi sorotan.

Peristiwa yang berulang menunjukkan bahwa persoalan yang terjadi bukan sekadar insiden sesaat, melainkan pola yang terus berulang tanpa penyelesaian mendasar.

Selama ini, setiap konflik kerap dijelaskan sebagai akibat kesalahpahaman, emosi spontan, atau perkelahian antarindividu.

Namun, penjelasan tersebut dinilai terlalu sederhana dan tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

Di masyarakat Kei, identitas berbasis marga, agama, dan ohoi memiliki peran penting dalam membangun solidaritas.

Namun di sisi lain, identitas tersebut juga menciptakan batas yang tegas antar kelompok. Akibatnya, persoalan kecil yang melibatkan individu dapat dengan cepat meluas menjadi konflik antar komunitas.

Trauma masa lalu juga dinilai masih membekas. Bayang-bayang konflik Maluku tahun 1999 belum sepenuhnya pulih.

Memori kolektif tersebut masih hidup dalam narasi masyarakat dan memengaruhi cara pandang terhadap konflik, termasuk munculnya rasa curiga yang mudah tersulut.

Dalam kondisi seperti ini, informasi yang belum terverifikasi sering kali lebih cepat dipercaya dibanding klarifikasi resmi.

Faktor ekonomi turut memperparah situasi. Meski wilayah Kei dikenal kaya akan sumber daya laut, sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan ekonomi.

Keterbatasan lapangan kerja, ketimpangan akses, serta persaingan di sektor perikanan menciptakan tekanan sosial yang tinggi.

Dalam kondisi tertekan, konflik kerap menjadi pelampiasan. Di era digital, peran media sosial juga menjadi tantangan serius.

Informasi yang belum tentu benar dapat menyebar dengan cepat dan memicu provokasi.

Pesan-pesan singkat yang bersifat provokatif dengan mudah masuk ke ruang privat masyarakat, sebelum akhirnya memicu ketegangan di ruang publik.

Padahal, masyarakat Kei memiliki sistem nilai adat yang kuat melalui hukum Larvul Ngabal.

Nilai-nilai tersebut mengajarkan penghormatan, persaudaraan, dan penyelesaian konflik secara damai.

Namun dalam praktiknya, nilai adat dinilai belum sepenuhnya dijalankan secara konsisten di tengah dinamika sosial saat ini.

Pengamat menilai, konflik yang terus berulang merupakan dampak dari pembiaran terhadap berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketimpangan ekonomi, lemahnya pendidikan, hingga minimnya ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat.

Jika akar masalah tersebut tidak segera ditangani, maka setiap upaya perdamaian hanya akan bersifat sementara.

Situasi mungkin terlihat tenang di permukaan, namun tetap menyimpan potensi konflik di dalamnya.

“Kei tidak kekurangan nilai untuk hidup damai. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menegakkan nilai tersebut di tengah tantangan zaman,” ujar Sekretaris Nahdlatul Ulama Kota Tual, A. Samad Serang, dalam keterangan tertulisnya, kepada Tualnews.com, Minggu

Ia mengingatkan, tanpa langkah konkret, masyarakat berisiko menganggap konflik sebagai sesuatu yang biasa.

Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat membuat siklus konflik terus berulang tanpa akhir.

Penulis Adalah Sekretaris Nahdlatul Ulama Kota Tual.

Post Views: 146

Berita Terkait

98 Resolution Network: Ketegasan Prabowo Bersih-Bersih BGN Bukti Nyata Semangat Reformasi 1998

Dugaan Penggelapan Hak Atas Tanah di Saumlaki Menggantung Bertahun-Tahun, Penyidik Akui Terkendala Kehadiran Terlapor

Tangis Haru Warnai Pengumuman Kelulusan MTs Malra, Almarhum Arianto Tawakal Dinyatakan Lulus

Komunitas Ojol Draiv Masohi Deklarasikan Dukungan BPJS Ketenagakerjaan dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, LP3BH Manokwari Desak Presiden Prabowo Hentikan PSN di Papua

Penulis: Tim Media Tualnews.com

Editor: NERIUS RAHABAV

Sumber: https://www.tualnews.com/

Navigasi pos

Pos sebelumnya Prabowo Buka Peluang Kerja Sama Intelijen RI–Tiongkok, Fokus Stabilitas Kawasan

Pos berikutnya Ketua KNPI Mimika Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis di Jalan Petrosea

You can share this post!