Ruang Bangsa - PALEMBANG, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode Alex Noerdin meninggal dunia di usia ke-75 tahun setelah menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi Jakarta, sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (25/2/2026).
Jenazah Alex Noerdin pun rencananya disemayamkan di Jalan Martimbang II, Nomor 5 Kabayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Diberangkatkan ke Palembang besok pagi dan dimakamkan di TPU Kebun Bunga,” kata Juru bicara keluarga, Okta Alfarizi.
Tokoh politik Sumsel
Alex Noerdin merupakan salah satu tokoh politik yang pernah memimpin Sumatera Selatan selama dua periode, yakni 2008–2013 dan 2013–2018.
Kiprahnya dalam pemerintahan daerah menjadikannya figur yang cukup berpengaruh dalam dinamika pembangunan dan politik di provinsi tersebut.
Alex Noerdin lahir pada 9 September 1950 di Gunung Meraksa, Pendopo, Empat Lawang.
Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Haji Muhamad Noerdin Pandji dan Haji Siti Fatimah.
Dalam bidang pendidikan, ia menempuh studi sarjana di Universitas Trisakti dan lulus pada 1980.
Setahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Jakarta.
Selain itu, ia juga mengikuti berbagai pelatihan internasional, antara lain di United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Nagoya, Institute for Housing Studies Rotterdam, serta program urbanisasi di Universitas Harvard.
Pengalaman tersebut turut memengaruhi pendekatan pembangunan yang diusungnya saat memimpin daerah.
Karier Politik Alex Noerdin
Karier politik Alex Noerdin dimulai dari tingkat kabupaten.
Ia menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2007–2012.
Di tengah masa jabatan keduanya, ia mengundurkan diri pada 14 Juni 2008 untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan.
Langkah tersebut membuahkan hasil.