Ruang Bangsa - LUDUS – Taekwondo Malaysia (TM) mengusulkan untuk memodernisasi SEA Games 2027 dengan memperkenalkan taekwondo virtual (VTKD) sebagai kategori kompetitif.
Malaysia sebagai tuan rumah SEA Games 2027, berharap dengan masuknya taekwondo virtual dapat meningkatkan perolehan medali di ajang olahraga multievent dua tahunan itu.
Taekwondo Malaysia (TM) memimpin proposal ambisius tersebut agar taekwondo virtual masuk SEA Games 2027 untuk meningkatkan prospek perolehan medali emas kontingen Malaysia.
Baca juga: LUDUS Taekwondo Open 2026: Harmoni Ketangkasan Kyorugi, Keindahan Poomsae, dan Kecanggihan Virtual
Cabang Taekwondo di ajang SEA Games selama ini terbatas pada dua kategori tradisional, yaitu poomsae dan kyorugi. Para pengurus TM berpendapat masuknya taekwondo virtual akan menjembatani kesenjangan antara seni bela diri dan dunia virtual.
Direktur Teknik TM, R. Dhanaraj mengatakan, kategori taekwondo virtual ini dapat membantu Malaysia menambah koleksi medali di ajang dua tahunan tersebut.
“Taekwondo virtual mirip dengan kyorugi, tetapi para atlet perlu mengenakan alat (kacamata) dan bertarung,” katanya dikutip dari laman The Sun Malaysia, Rabu (25/2/2026).
Taekwondo Malaysia (TM) mengusulkan untuk memodernisasi SEA Games 2027 dengan memperkenalkan taekwondo virtual (VTKD) sebagai kategori kompetitif. Foto/Says
R Dhanaraj menjelaskan, taekwondo virtual menggunakan sistem penangkapan gerakan yang sangat canggih yang menerjemahkan serangan fisik seorang atlet ke dalam lingkungan digital.
Berbeda dengan pertarungan taekwondo tradisional, atlet taekwondo virtual mengenakan kacamata dan sensor khusus untuk berinteraksi dengan lawan virtual di layar.
Meskipun tidak ada kontak fisik antara para pesaing, Dhanaraj menekankan bahwa tuntutan fisik tetap sangat tinggi.
Baca juga: Agendakan Gelar Taekwondo Virtual Secara Rutin, Pengprov TI DKI Targetkan 1.000 Peserta
Sistem ini mengharuskan atlet taekwondo berada dalam kondisi fisik puncak karena setiap gerakan, seperti tendangan tinggi hingga pukulan cepat, dicerminkan persis oleh avatar digital.
Pada intinya, ini adalah permainan video berisiko tinggi yang dikendalikan sepenuhnya oleh tubuh atlet sendiri.
Taekwondo virtual, lanjut R Dhanaraj, mencerminkan prinsip-prinsip kyorugi tetapi tanpa kontak fisik, dan sebagai gantinya mengandalkan platform kompetisi digital.
Atlet taekwondo virtual mengenakan kacamata dan sensor khusus untuk berinteraksi dengan lawan virtual di layar. Foto/Says
“Rasanya mirip dengan lingkungan permainan video, tetapi aksinya sepenuhnya didukung oleh gerakan aktual atlet,” jelasnya setelah pertemuan komite kerja di Dewan Olahraga Nasional di Bukit Jalil.
Dorongan untuk memasukkan taekwondo virtual merupakan satu langkah strategis untuk memastikan Malaysia tampil sebagai juara umum SEA Games 2027.
“Kami melihat potensi yang kuat dalam disiplin (taekwondo virtual) ini. Kami berharap Malaysia dapat meraih setidaknya satu atau dua medali emas,” Direktur Teknik Taekwondo Malaysia, R. Dhanaraj.
Untuk itu, Taekwondo Malaysia mengusulkan tiga kelas khusus dalam kategori virtual, dengan target mengamankan setidaknya dua medali emas.
“Kami melihat potensi yang kuat dalam disiplin (taekwondo virtual) ini. Kami berharap Malaysia dapat meraih setidaknya satu atau dua medali emas,” lanjutnya saat pertemuan di Dewan Olahraga Nasional.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Atlet Malaysia Jayden Teng membuktikan potensi di arena digital dengan meraih medali emas di Kejuaraan Taekwondo Internasional di Kamboja awal tahun ini.
Malaysia Lobi Singapura
Direktur Teknik TM, R. Dhanaraj mengusulkan kategori taekwondo virtual masuk SEA Games 2027 di Malaysia. Foto/The Sun Malaysia
Keberhasilan tersebut memberikan pengaruh yang diperlukan bagi TM untuk melobi Federasi SEA Games. TM mengusulkan agar taekwondo virtual dimasukkan secara resmi sebagai cabang yang dipertandingkan.
Bahkan untuk memastikan proposal tersebut diterima, Malaysia secara aktif mencari dukungan dari negara-negara tetangga di kawasan tersebut.
Dhanaraj mencatat bahwa diskusi telah dimulai dengan rekan-rekan di Singapura, yang telah menyatakan minat yang signifikan terhadap konsep taekwondo virtual.
Baca juga: Pertama Kali Gelar Taekwondo Virtual, LUDUS Taekwondo Open Championship Diikuti Ratusan Peserta
Dukungan regional yang lebih luas dapat membantu menjadikan taekwondo virtual sebagai kategori kompetitif yang diakui.
Pelatih Taekwondo, Tony Lee Chun Wah menambahkan bahwa taekwondo VR mengubah dinamika dan memungkinkan pertandingan campuran gender dan berkompetisi dalam kategori usia mereka.
Malaysia targetkan dua medali emas jika kategori taekwondo virtual masuk SEA Games 2027. Foto/Ist
Pada SEA Games 2025 di Thailand, kontingen taekwondo Malaysia hanya meraih satu medali emas. Satu-satunya medali emas diraih trio poomsae putri, terdiri dari Seah Jing Ying, Yow Mei Yee, dan Wong Zin, pada tanggal 14 Desember 2025.
Atlet Syafiq Zuber meraih medali perak di kategori kyorugi putra 87kg dan atlet lainnya menyumbang empat medali perunggu. SEA Games 2027 dijadwalkan berlangsung dari 18-29 September di empat klaster di Malaysia.
Menghadapi SEA Games 2027, sebanyak 13 atlet kyorugi nasional Malaysia akan menjalani pelatihan intensif di Bangkok. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka untuk kualifikasi Asian Games 2026 di Mongolia pada bulan Mei 2026. (*)
Silakan kunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial) untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.
Anda juga bisa mengunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan harga lebih murah, transaksi yang aman, dan pengiriman cepat.
APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?
Sukai Artikel
MULAI BAGIKAN
FacebookWhatsAppTelegramLinkedInEmail
Response (0)
Kirim
Login untuk berkomentar
Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.
Login dengan Google
No comments yet. Be the first to comment!