Ruang Bangsa - 1. Persiapan Malaysia akan dilakukan dengan aspek teknis dan nonteknis
Ketua Komite Performa Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Lee Chong Wei, menegaskan persiapan tidak boleh dilakukan secara mendadak seperti sebelumnya. Perencanaan harus dimulai jauh hari agar semua aspek teknis dan nonteknis siap, termasuk saat hadapai Thomas dan Uber Cup 2026 serta Asian Games 2026.
"Kami tidak bisa menunggu sampai satu atau dua bulan sebelum turnamen seperti sebelumnya. Kami ingin mulai merencanakan lima atau enam bulan lebih awal sehingga semuanya sudah siap,” kata Lee Chong Wei mengutip New Straits Times.
Langkah ini diambil demi meningkatkan performa tim di Thomas dan Uber Cup 2026, sekaligus membangun fondasi kuat menuju Asian Games 2026.
2. Matangkan skuad di Denmark langsung
Malaysia memastikan keberangkatan lebih cepat ke Denmark untuk adaptasi kondisi dan pemusatan latihan. Rencananya, tim bertolak setelah Kejuaraan Asia 2026 yang digelar pada 7–12 April 2026.
"Untuk Thomas Cup, kami akan berangkat ke Denmark tepat setelah Kejuaraan Bulutangkis Asia dan akan menghabiskan 10 hari di sana sebelum turnamen dimulai," kata Lee Chong Wei.
Strategi ini dinilai penting agar para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca, lapangan, serta atmosfer pertandingan sebelum Thomas dan Uber Cup 2026 resmi dimulai.
3. Akan menyiapkan tim lebih lama di Jepang sebelum Asian Games dimulai
Persiapan serupa juga diterapkan untuk Asian Games 2026 di Jepang. Mengingat nomor beregu menjadi bagian penting dalam ajang tersebut, daftar pemain akan disiapkan lebih awal.
"Kami akan menuju ke Jepang lebih awal, jadi para pelatih juga perlu memberikan daftar nama lebih awal. Kami mungkin mengadakan kamp pelatihan di universitas di sana sebelum Pertandingan dimulai, jadi semua ini membutuhkan perencanaan yang tepat,” kata Lee Chong Wei.
Dengan perencanaan terstruktur dan persiapan lebih dini, Malaysia berharap mampu bersaing di level tertinggi dan kembali menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia pada 2026.