Literasi Sebagai Upaya Generasi Muda Menjaga Budaya Bangsa
Ruang Bangsa

Literasi Sebagai Upaya Generasi Muda Menjaga Budaya Bangsa

Palembang - Di tengah perkembangan budaya global dan kemajuan media digital, generasi muda di Sumatera Selatan menunjukkan komitmen untuk menjaga identitas kebangsaan melalui literasi. Berbagai kegiatan seperti membaca, menulis, mendongeng, dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam konten kreatif menjadi fokus utama mereka.

Fenomena ini tercermin dalam meningkatnya aktivitas komunitas literasi di Sumatera Selatan. Menurut data dari Dinas Perpustakaan Sumsel, terdapat 142 komunitas literasi yang aktif, dengan mayoritas anggotanya berusia antara 15 hingga 30 tahun.

Kegiatan yang diadakan oleh komunitas tersebut tidak terbatas pada membaca buku di perpustakaan. Mereka juga melaksanakan berbagai acara seperti bedah karya sastra, kelas penulisan aksara Kaganga, dan pembuatan zine yang mengangkat kuliner pempek beserta nilai filosofisnya.

Pentingnya Menjaga Identitas Budaya

Agus Azhar Ma'arif Umpuna Alam, yang berbicara dalam Dialog Kita Indonesia pada 7 Mei 2026, mengemukakan bahwa perjalanan literasinya dimulai ketika ia diangkat sebagai Duta Bahasa Sumsel 2024. Ia menyatakan bahwa pengalaman tersebut membuka wawasan tentang pentingnya melestarikan identitas bangsa melalui bahasa Indonesia.

Azhar menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam mempertahankan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Ia menjelaskan bahwa program Duta Bahasa memiliki tiga pilar utama yang terus disosialisasikan kepada masyarakat, di mana salah satu fokusnya adalah menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional.

Selain itu, Azhar juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Selama menjabat sebagai Duta Bahasa, ia berupaya mengangkat bahasa Melayu dialek Palembang dalam berbagai kegiatan edukasi.

Mendorong Minat Baca di Kalangan Mahasiswa

Sebagai Duta Baca di UIN Raden Fatah Palembang, Azhar aktif mendorong peningkatan minat baca di kalangan mahasiswa. Salah satu langkah yang diambilnya adalah mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan kampus dengan lebih optimal.

Ia menegaskan bahwa tugas Duta Baca tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk membangun budaya literasi di lingkungan kampus. Menurutnya, budaya membaca dapat memperkuat wawasan kebangsaan dan membentuk pola pikir kritis di kalangan generasi muda.

Melalui literasi, diharapkan generasi muda dapat menjaga keseimbangan antara modernitas dan identitas budaya bangsa. Literasi juga dianggap sebagai sarana penting dalam membangun generasi yang cerdas, adaptif, dan mencintai bahasa serta budaya Indonesia.

You can share this post!