Kritik Terhadap Usulan Rokok Murah untuk Masyarakat Miskin
Forum Warga

Kritik Terhadap Usulan Rokok Murah untuk Masyarakat Miskin

Ruang Bangsa - Anggota DPR Fraksi PAN Andi Yuliani Paris mendapat kritik tajam dari Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, terkait usulan penyediaan rokok murah bagi masyarakat miskin. Usulan ini dinilai bertentangan dengan regulasi yang mengatur penjualan produk adiktif.

Awal Kejadian

Tulus Abadi mengemukakan kritikan ini dalam rapat kerja antara DPR dan Kementerian Keuangan. Ia menyebutkan bahwa pernyataan Andi Yuliani yang meminta agar pabrik rokok menyediakan produk dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat miskin adalah memalukan.

Perkembangan

Menurut Tulus, rokok merupakan produk adiktif yang dikenakan cukai tinggi dan harus dibatasi konsumsinya, terutama bagi rumah tangga miskin. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga miskin untuk rokok mencapai 10-11 persen, jauh lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran untuk lauk pauk yang hanya 3,5 persen.

Kondisi Terakhir

Tulus mengingatkan bahwa UU Cukai mengharuskan produk yang dikenakan cukai dijual dengan harga tinggi sebagai upaya perlindungan masyarakat. Ia menyatakan bahwa usulan untuk menjual rokok dengan harga murah justru akan merugikan masyarakat dan mengukuhkan siklus kemiskinan. Tulus menilai pernyataan Andi Yuliani merendahkan derajat masyarakat menengah bawah dan berpotensi memperburuk kondisi sosial ekonomi mereka.

You can share this post!