Kesenjangan Digital di Bojonegoro: Tingginya Belanja Online, Rendahnya Produksi Digital
Teknologi

Kesenjangan Digital di Bojonegoro: Tingginya Belanja Online, Rendahnya Produksi Digital

damarinfo.com — Akses masyarakat Bojonegoro terhadap teknologi digital terus meningkat, namun kesenjangan antar kelompok sosial masih terlihat jelas. Data terbaru dari Statistik Kesejahteraan Jawa Timur 2025 yang diterbitkan BPS Jawa Timur, serta Statistik Kesejahteraan Bojonegoro 2025 yang dirilis BPS Bojonegoro, menunjukkan bahwa adopsi teknologi informasi di Bojonegoro berada di level menengah-bawah dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Meskipun penggunaan ponsel, komputer, dan internet terus bertambah, pemanfaatannya belum merata di seluruh kelompok masyarakat. Kesenjangan gender, pendidikan, dan tingkat ekonomi menjadi faktor dominan yang membentuk wajah disparitas digital di Kabupaten Bojonegoro.

Akses HP dan Internet Tinggi, tetapi Masih di Bawah Jawa Timur

Persentase penduduk Bojonegoro yang pernah menggunakan internet dalam tiga bulan terakhir mencapai 66,13 persen. Angka ini lebih rendah hampir delapan poin dari rata-rata Jawa Timur yang berada di 74,09 persen.

Fenomena serupa juga terlihat pada penggunaan HP dan komputer. Penggunaan ponsel/komputer di Bojonegoro berada di angka 70,73 persen, sedangkan penguasaan HP (data provinsi) hanya 63,29 persen, masih di bawah rerata provinsi 68,27 persen.

Beberapa kabupaten tetangga seperti Lamongan, Jombang, dan Madiun menunjukkan capaian lebih tinggi, menegaskan posisi Bojonegoro yang masih tertahan di kelompok menengah-bawah dalam ekosistem digital Jatim.

Kesenjangan Gender: Perempuan Masih Tertinggal

Data BPS Bojonegoro mencatat penggunaan internet laki-laki mencapai 70,21 persen, sedangkan perempuan hanya 62,16 persen. Selisih 8,05 poin ini lebih lebar dibanding rata-rata provinsi.

Kesenjangan serupa terlihat pada penguasaan perangkat digital. Akses perempuan terhadap HP/komputer hanya 66,52 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 75,04 persen.

Baca Juga : Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Kondisi ini menunjukkan bahwa perempuan Bojonegoro menghadapi hambatan digital yang lebih besar, baik dari sisi literasi maupun akses perangkat.

Kesenjangan Ekonomi dan Pendidikan: Jurang yang Lebih Dalam

Perbedaan antara kelompok pengeluaran juga menonjol:

40 persen penduduk termiskin: 58,92 persen pernah memakai internet

20 persen penduduk terkaya: 75,48 persen

Kesenjangan lebih dari 16 poin ini menegaskan bahwa kemampuan ekonomi masih sangat menentukan akses digital.

Dari perspektif pendidikan, jurangnya bahkan lebih ekstrem:

Pendidikan SD ke bawah: penggunaan internet 51,47 persen

Pendidikan SMP ke atas: mencapai 73,12 persen

Artinya, semakin rendah pendidikan seseorang, semakin kecil peluangnya mengakses teknologi digital.

Belanja Online Tinggi, tetapi UMKM Digital Lemah

Salah satu temuan menarik adalah tingginya aktivitas belanja online. Bojonegoro mencatat 35,81 persen, jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang hanya 29,14 persen. Ini menunjukkan tingginya minat konsumsi digital masyarakat.

Namun sebaliknya, aktivitas ekonomi digital produktif justru sangat lemah:

Penjualan online hanya 4,58 persen

Penggunaan e-banking 11,94 persen

Pembuatan konten digital hanya 2,11 persen — salah satu yang terendah di Jawa Timur

Kondisi ini menggambarkan bahwa masyarakat Bojonegoro dominan sebagai konsumen digital, bukan produsen. Sektor UMKM dan generasi muda belum sepenuhnya memanfaatkan peluang ekonomi digital.

Bojonegoro Kuat di Akses Informasi, Lemah di Ekonomi Digital

Untuk tujuan penggunaan internet, Bojonegoro menunjukkan pola yang cukup unik:

Baca Juga : Berikut Bocoran Pengembangan Instagram di Tahun 2022

Kuat

Mencari informasi (88,24% – masuk 10 besar Jatim)

Hiburan digital (86,36%)

Media sosial (76,16%)

Lemah

Penjualan barang/jasa (4,58%)

Pembelajaran online (10,74%)

E-banking (11,94%)

Pembuatan konten (2,11%)

Dengan kata lain, masyarakat Bojonegoro aktif dalam konsumsi digital, tetapi masih minim dalam aktivitas digital produktif.

Arah Kebijakan: Tantangan dan Peluang

Temuan ini memberi pesan penting bagi arah kebijakan transformasi digital di Bojonegoro:

1. Perlu memperkecil kesenjangan gender

Pelatihan literasi digital perempuan di desa–desa bisa menjadi prioritas.

2. Dukungan digitalisasi UMKM

UMKM lokal sangat potensial masuk marketplace, namun membutuhkan pendampingan intensif.

3. Peningkatan literasi ekonomi digital

Rendahnya penggunaan e-banking menghambat efisiensi transaksi dan akses permodalan.

4. Pendidikan sebagai kunci utama

Kelompok berpendidikan rendah adalah yang paling tertinggal. Digital skill perlu masuk program pemberdayaan.

5. Pengembangan konten lokal

Minimnya kreator digital menunjukkan peluang besar bagi sektor ekonomi kreatif.

Data BPS 2025 memperlihatkan bahwa Bojonegoro berada pada fase transisi digital. Akses masyarakat terhadap teknologi sudah cukup luas, namun pemanfaatannya belum merata dan masih didominasi konsumsi, bukan produksi.

Transformasi digital Bojonegoro membutuhkan pendekatan yang inklusif—menjangkau perempuan, keluarga berpendapatan rendah, dan masyarakat berpendidikan rendah—agar kesenjangan yang menganga dapat disempitkan. Jika itu dapat diwujudkan, Bojonegoro berpeluang besar mengejar ketertinggalannya dalam peta digital Jawa Timur.

Penulis : Syafik

Sumber data :

Statistik Kesejahteraan Rakyat Jawa Timur tahun 2025, BPS Jawa Timur

Statistik Kesejahteraan Rakyat Bojonegoro tahun 2025, BPS Bojonegoro

Ditag Bisnis digital Digital Internet Media Sosial

oleh Redaksi

Ikuti Kami Pada

Navigasi pos

Pos sebelumnya APBD 2026 — Target Melambung, Anggaran Merosot, dan Realitas Pahit Pemerintahan Baru

Pos berikutnya Beasiswa Prestasi Bojonegoro 2025: Ada Skema Baru untuk Santri Pondok Pesantren

Berita Terkait

Abidin Fikri Apresiasi TPG Guru Madrasah Cair Sebelum Lebaran 2026

Gas Melon Langka di Bojonegoro, Pertamina Lakukan Extra Dropping Jelang Lebaran

Jelang Idul Fitri, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos untuk 281 Warga Rentan di Kecamatan Gayam

Wabup Nurul Azizah Targetkan 87 Persen Sawah Bojonegoro Masuk LP2B

Ramadhan Festival Unigoro 2026 Berakhir, Mahasiswa Tutup dengan Santunan Anak Yatim

You can share this post!