Ruang Bangsa - HARIAN BOGOR RAYA – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, angkat bicara terkait pencabutan undangan Kanada oleh Donald Trump serta strategi besar Ottawa dalam memperluas perdagangan global. Dalam wawancara bersama wartawan di Jakarta, Dutton menegaskan bahwa pencabutan undangan tersebut merupakan catatan publik dan pernah disampaikan langsung oleh Trump melalui pernyataan terbuka.
“Kanada awalnya diundang, tetapi kemudian undangan kami dicabut oleh Presiden Trump. Itu catatan publik,” ujar Dutton. Ia menekankan bahwa isu tersebut bukan spekulasi diplomatik, melainkan fakta yang terdokumentasi dalam laporan pers internasional.
Di tengah dinamika politik global tersebut, Dutton juga menyoroti langkah Kanada memperkuat hubungan dagang dengan berbagai negara, termasuk China. Ia membenarkan kunjungan Menteri Kanada ke Beijing untuk membahas isu tarif yang sebelumnya diberlakukan kedua negara.
Menurutnya, China tetap menjadi mitra ekonomi penting bagi Kanada, Indonesia, serta banyak negara lain. Hasil kunjungan tersebut antara lain kesepakatan penurunan tarif di sektor tertentu, yang dinilai menjadi fondasi baru hubungan dagang kedua negara ke depan.
Namun, Dutton menegaskan bahwa Kanada tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan China. Ia menjelaskan, ancaman yang pernah disampaikan Trump lebih berkaitan dengan isu perjanjian dagang dengan Beijing, sementara Kanada tidak memiliki kesepakatan formal semacam itu.
Sebaliknya, Kanada memiliki berbagai perjanjian perdagangan strategis, termasuk dengan Indonesia, Amerika Serikat, Uni Eropa, serta tergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). “Kami bagian dari CPTPP dan memiliki sejumlah perjanjian dagang lain, tetapi tidak dengan China,” tegasnya.
Lebih jauh, pemerintah Kanada menargetkan peningkatan perdagangan non-AS sebesar 50 persen dalam 10 tahun ke depan. Target ambisius ini menempatkan kawasan Asia, termasuk Indonesia, ASEAN, China, dan India sebagai mitra kunci dalam strategi diversifikasi perdagangan Ottawa.
Terkait keinginan Indonesia bergabung dengan CPTPP, Dutton menyatakan proses aksesi masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Kanada, kata dia, menyambut baik langkah Indonesia dan melihat nilai strategis besar apabila Jakarta resmi menjadi anggota kemitraan ekonomi tersebut.