Haul ke-47 KH M. Bishri Syansuri: Refleksi Peran Ulama dan Pesantren dalam Merawat Bangsa
Ruang Bangsa

Haul ke-47 KH M. Bishri Syansuri: Refleksi Peran Ulama dan Pesantren dalam Merawat Bangsa

Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, dalam peringatan Haul ke-47 KH M. Bishri Syansuri pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda religius tahunan; ia berfungsi sebagai ruang refleksi terhadap jejak pemikiran dan pengabdian ulama besar dari Nahdlatul Ulama ini dalam bidang keilmuan dan kebangsaan.

Pentingnya Warisan Intelektual

KH Bishri Syansuri dikenal sebagai ulama fiqih yang memiliki pengaruh luas di kalangan pesantren dan NU. Warisan intelektualnya masih diajarkan di berbagai institusi pendidikan Islam, menjadikan Pondok Pesantren Denanyar sebagai salah satu pusat rujukan pendidikan yang berlandaskan tradisi moderasi.

Pesan dari Pejabat Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa haul ini menjadi pengingat akan pentingnya kesinambungan perjuangan ulama. Menurutnya, estafet pengabdian KH Bishri Syansuri terus berlanjut melalui para santri dan kader NU yang kini aktif di berbagai sektor kehidupan.

"Mendoakan para pendiri bangsa dari kalangan ulama harus disertai dengan penguatan peran generasi pesantren dalam menghadapi tantangan di masa depan," ujar Cak Imin, sapaan akrabnya.

Kontribusi KH Bishri Syansuri dalam Sejarah Bangsa

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga memberikan pandangannya tentang kontribusi KH Bishri Syansuri dalam sejarah perjuangan bangsa. Meskipun belum menyandang gelar Pahlawan Nasional, Emil menekankan bahwa kiprah KH Bishri Syansuri dalam menjaga persatuan dan membangun karakter umat sangat penting bagi Indonesia.

Ia menambahkan, keteladanan KH Bishri Syansuri sebagai ulama yang berpegang pada kebijaksanaan dan kebangsaan sangat relevan untuk menjawab dinamika sosial saat ini. Emil mendorong pesantren untuk terus berinovasi tanpa kehilangan identitas keilmuannya.

Peran Pesantren sebagai Benteng Moral

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib, menyatakan bahwa tradisi pendidikan yang dirintis oleh pendiri pesantren terus dijaga oleh para masyayikh dan alumni. "Penanaman ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial tetap menjadi ruh utama pendidikan di Denanyar," ungkapnya.

KH Abdussalam juga menekankan bahwa peringatan haul ini bukan hanya sekadar mengenang sosok KH Bishri Syansuri, tetapi juga menegaskan kembali peran pesantren sebagai benteng moral dan pusat pembentukan nilai keislaman yang sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia.

You can share this post!