Gresik, VIVA Jatim – Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Kabupaten Gresik mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat restrukturisasi kepengurusan hingga tingkat ranting (Desa). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi politik di kalangan pemuda.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPC PKB Gresik, Much Abdul Qodir, Sekretaris DPC PKB Gresik, Imron Rosyadi, serta pembicara dari kalangan legislatif seperti Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, dan Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir.
Ketua DKC Garda Bangsa Gresik, Pondra Priyo Utomo, mengungkapkan bahwa seluruh kepengurusan tingkat kecamatan (DKAC) telah terbentuk, dan kepengurusan di tingkat ranting (desa) telah mencapai separuh dari total yang direncanakan. "Secara keseluruhan, pengurus dari tingkat cabang, kecamatan hingga ranting akan berjumlah 1.942 kader. Angka ini bukan sekadar di atas kertas, tetapi mereka akan bekerja nyata membina pemuda di Gresik," ujarnya pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Pondra menekankan bahwa Garda Bangsa berfungsi sebagai ruang kaderisasi politik yang diharapkan dapat menjadi estafet kepemimpinan PKB di masa depan. Organisasi sayap pemuda PKB ini berencana untuk menjangkau komunitas pemuda di Gresik dengan pendekatan yang kreatif melalui berbagai program.
"Setelah ini, kami akan melanjutkan rapat kerja cabang untuk merumuskan program kaderisasi dan kegiatan menarik bagi anak muda, agar mereka tertarik untuk belajar politik bersama Garda Bangsa," tambahnya.
Much Abdul Qodir, Ketua DPC PKB Gresik, memberikan apresiasi atas langkah cepat Garda Bangsa dalam melakukan konsolidasi. Ia mengingatkan agar organisasi pemuda tersebut tidak hanya fokus pada aspek mobilisasi politik, tetapi juga aktif memberikan solusi bagi permasalahan sosial yang dihadapi oleh pemuda.
"Masalah seperti narkoba dan miras masih menjadi ancaman bagi anak-anak muda kita. Garda Bangsa harus turun melakukan pembinaan, bukan hanya berbicara tentang politik elektoral," tegas Qodir.
Ia juga mengingatkan para kader Garda Bangsa untuk tidak terjebak dalam perebutan jabatan, karena perjuangan politik tidak hanya terbatas pada kursi legislatif maupun eksekutif. "Banyak ruang sosial dan ekonomi yang bisa diisi oleh kader Garda Bangsa. Kuota jabatan politik itu terbatas, tetapi ruang pengabdian sosial sangat luas," pesan Qodir.
Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Fauzan Fuadi, menambahkan bahwa Garda Bangsa bisa dianggap sebagai masa depan PKB. Ia menyebutkan beberapa tokoh besar partai yang berasal dari organisasi ini, seperti Hanif Dhakiri dan Cucun Syamsul Rizal.