Forum Warga Setara Serukan Kesatuan dan Penolakan Rasisme di Bali
Forum Warga

Forum Warga Setara Serukan Kesatuan dan Penolakan Rasisme di Bali

DENPASAR, NusaBali - Sejumlah organisasi dan individu di Bali telah membentuk Forum Warga Setara (Forwaras) yang mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh rasisme di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung. Pembentukan forum ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya persatuan dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap isu-isu yang dihadapi.

Pernyataan Forwaras

Ni Putu Candra Dewi, perwakilan Forwaras, menyatakan bahwa forum ini mengajak masyarakat untuk lebih tenang dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, serta untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas. "Kami mengajak, seperti nama forum ini, agar lebih teduh lagi menyikapi apa yang dibingkai di luar sana, untuk menjadi lebih sama-sama waras, dan melihat persoalan lebih dari sekadar politik identitas," ujarnya di Denpasar, Selasa (2/9/2025).

Pentingnya Menjaga Kesatuan

Dalam situasi yang tidak menentu dalam sepekan terakhir, munculnya narasi rasial dianggap berbahaya karena dapat memecah belah masyarakat dan memicu konflik baru. Candra mengingatkan bahwa tujuan utama dari aksi demonstrasi adalah untuk mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan, yang dapat teralihkan jika rasisme menguasai pikiran masyarakat.

Isu Nasional yang Perlu Diperhatikan

Forwaras menegaskan bahwa isu yang diangkat adalah isu nasional yang berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya bagi kelompok tertentu. Salah satu contoh adalah tuntutan mengenai tingginya pajak yang harus diperhatikan secara serius. "Kami ingin masyarakat semua bersatu, fokusnya penyampaian isu dan pemerintah membuka ruang dialog. Jangan menggunakan isu-isu perbedaan, karena Indonesia kita tahu terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa," tambah Candra.

Harapan untuk Masa Depan Bali

Candra juga mengingatkan bahwa pemecah belah yang menggunakan pariwisata sebagai alasan sangat tidak tepat. Ia memberikan contoh bahwa di negara pariwisata lain seperti Bangkok, Thailand, masyarakat tetap dapat menyampaikan aspirasi mereka dengan damai. "Ini juga untuk masa depan Bali, untuk anak-anak yang sekarang mungkin masih SD, TK, SMP, mereka berhak mendapat manfaat dari pariwisata, angkatan ibu bapaknya saja kurang mendapat haknya, jadi tidak adil bagi mereka," pungkasnya.

You can share this post!