Forum Warga Setara Ajak Masyarakat Bali Melawan Rasisme
Forum Warga

Forum Warga Setara Ajak Masyarakat Bali Melawan Rasisme

Denpasar (ANTARA) - Sebanyak hampir 50 organisasi dan individu di Bali telah bersatu membentuk Forum Warga Setara (Forwaras). Forum ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu rasisme yang muncul di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung belakangan ini.

Perwakilan Forwaras, Ni Putu Candra Dewi, menyatakan, "Kami mengajak masyarakat untuk lebih tenang dalam menyikapi isu-isu yang dibingkai di luar sana, dengan harapan bisa melihat persoalan lebih dari sekadar politik identitas." Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan di Denpasar pada hari Selasa.

Putu Candra mengingatkan bahwa narasi rasial yang berkembang dapat menimbulkan bahaya, terutama jika hal ini menyebabkan masyarakat terpecah belah dan berpotensi menimbulkan konflik baru. Dia menegaskan bahwa tujuan utama aksi demonstrasi, yaitu mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan, dapat teralihkan jika rasisme mulai mendominasi pemikiran masyarakat.

"Rasisme dapat mengalihkan fokus orang-orang terhadap masalah utama, dan ini juga dapat mendelegitimasi aksi-aksi demonstrasi yang merupakan tuntutan murni dari rakyat. Oleh karena itu, pola-pola ini harus segera dihentikan," ujar Putu Candra.

Forum ini juga mengingatkan masyarakat bahwa isu yang diangkat adalah isu nasional, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, seperti tuntutan mengenai tingginya pajak. Menurut Candra, masyarakat Bali memiliki kekuatan dan semangat persatuan yang terbukti saat Perang Puputan, meskipun saat ini kenyamanan dari sektor pariwisata membuat masyarakat cenderung pasif.

Forwaras mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap kritis, namun tidak terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang dapat memecah belah. "Kami ingin masyarakat bersatu dan fokus pada penyampaian isu, serta mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog, tanpa menggunakan isu-isu perbedaan," tambahnya.

Putu Candra juga menegaskan bahwa pemecah belah yang mengatasnamakan pariwisata adalah langkah yang kurang tepat. Dia mencontohkan, di negara-negara pariwisata lain seperti Bangkok, Thailand, masyarakat tetap mampu menyampaikan aspirasi mereka dengan damai.

"Ini semua demi masa depan Bali, demi anak-anak yang saat ini masih di bangku sekolah. Mereka berhak mendapatkan manfaat dari pariwisata, sementara generasi orang tua mereka belum sepenuhnya menikmati hak-hak tersebut. Jadi, adalah tidak adil jika mereka tidak mendapatkannya," pungkas Putu Candra.

You can share this post!