Forum Warga Negara mengadakan diskusi mengenai isu-isu terkini yang dihadapi Jakarta dan wilayah lainnya. Dalam forum ini, dibahas pentingnya mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pengurus negara.
Chandra Hamzah, yang memimpin diskusi, menyatakan, "Saya lebih menyukai istilah 'pengurus negara' daripada 'pemerintah' karena Indonesia adalah negara pengurus, bukan negara penguasa." Istilah ini diambil dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada Mei 1945, yang menekankan bahwa pengurus negara seharusnya terdiri dari individu berilmu dan berakal sehat yang dipilih melalui paham perwakilan.
Chandra juga mengingatkan para pengurus negara bahwa mereka adalah pelayan rakyat, dan bukan penguasa. "Kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat, dan jika kesadaran ini diresapi, kita tidak akan berada dalam kekacauan seperti sekarang. Kita harus berbelasungkawa atas martir dan korban yang jatuh," ujarnya.
Sukidi menambahkan, "Rakyat adalah tuan. Pengurus negara seharusnya hanya menjadi hamba rakyat. Jika mereka menjalankan fungsi mereka dengan baik, keadilan sosial akan lebih mudah dicapai." Ia juga menekankan bahwa kemarahan rakyat harus dianggap sebagai 'wake up call' untuk pemerintah, sebagai indikasi ketidakadilan yang terus menerus terjadi.
Sudirman Said menyoroti menurunnya kepercayaan rakyat terhadap pengurus negara akibat perilaku yang tidak sesuai dengan amanah. "Rakyat mengalami penurunan kepercayaan terhadap pengurus negara karena tindakan mereka yang jauh dari harapan," katanya.
Diah Saminarsih memberikan pandangannya mengenai sektor kesehatan, berharap agar kerusuhan tidak berkepanjangan karena dapat mengganggu layanan kesehatan masyarakat. "Jika obat dan alat medis sulit didapat, maka tindakan medis pun akan terhambat. Negara harus cepat hadir untuk meredakan situasi," ujarnya.
Forum Warga Negara mengajak masyarakat untuk menjadikan kekacauan saat ini sebagai momentum untuk mengoreksi mental model, bukan hanya melakukan koreksi total. Mereka menekankan perlunya solusi yang lebih mendalam untuk mengatasi praktik-praktik ketidakadilan, serta mengedepankan empati dan solidaritas antar sesama.
Forum Warga Negara mengusulkan beberapa langkah kepada berbagai pihak:
Forum Warga Negara menegaskan bahwa perubahan mendasar harus dimulai dari niat yang tulus, dan tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan pribadi. "Mari kita bergandeng tangan untuk menciptakan perubahan yang berarti," tutup mereka.