Forum Warga Kota mengungkapkan keprihatinan atas proses rekrutmen calon anggota Komisi Informasi Pusat yang dinilai kurang transparan. Hingga saat ini, salah satu anggota forum, Antonio, belum menerima tanggapan dari pihak penyelenggara seleksi.
Antonio menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas dan keterbukaan yang menjadi dasar pembentukan Komisi Informasi. Ia meminta agar penyelenggara seleksi membuka ruang dialog bagi peserta, guna memastikan kelengkapan dokumen yang telah disampaikan.
Di sisi lain, FAKTA Indonesia juga mengemukakan kekhawatiran mengenai independensi tim seleksi. Mereka menilai bahwa kurangnya keterbukaan publik dalam proses rekrutmen berpotensi memengaruhi independensi Komisi Informasi di masa depan, terutama jika tidak disertai dengan mekanisme pengawasan publik yang kuat sejak tahap seleksi.
Ari, salah satu anggota forum, menegaskan bahwa transparansi dan independensi dalam proses seleksi adalah syarat penting untuk mencapai keterbukaan informasi publik di Indonesia. "Kami tidak ingin berprasangka buruk. Namun, ketika proses seleksi berlangsung secara tidak transparan sebagaimana diatur dalam undang-undang, maka publik berhak mempertanyakan apakah rekrutmen ini benar-benar mencari figur terbaik untuk Komisi Informasi atau sekadar formalitas," ujarnya.