Denpasar - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pimpinan lembaga, dan organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan di Bali. Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas demonstrasi yang terjadi di Polda dan DPRD Bali yang berakhir dengan kericuhan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MUI Bali, Samsul Hadi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di rumah jabatan Gubernur Bali pada Minggu, 31 Agustus 2025. Dalam kesempatan tersebut, Samsul didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali I Ketut Sumedana, dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.
Samsul menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan berbudaya. "Kami sangat memahami dan menghormati bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh konstitusi negara. Namun, keamanan dan kenyamanan perlu dijaga, terutama karena sektor pariwisata merupakan tumpuan utama perekonomian Bali," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bertanggung jawab mencegah adanya pihak-pihak yang memiliki niat buruk atau tindakan yang dapat merusak citra Bali di mata masyarakat Indonesia dan dunia internasional. Sebagai langkah tegas, FKUB Bali menyatakan dukungannya kepada aparat keamanan untuk menindak secara tegas setiap tindakan anarkis yang melanggar hukum.
Samsul menambahkan bahwa kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi tersebut diduga melibatkan massa yang didatangkan dari luar Bali. "Kami menolak segala bentuk demo anarkis di tanah gumi Bali," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim bahwa tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam menjaga demonstrasi yang berlangsung. Ia menyatakan keyakinan bahwa polisi dan tentara telah bertindak secara humanis terhadap para demonstran. "Saya melihat apa yang dilakukan sudah sangat baik, tidak terpancing provokasi," kata Koster.
Koster juga berharap agar tidak ada lagi demonstrasi di Bali, mengingat aksi demo yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan pembakaran gedung di daerah lain. "Saya kira itu hal yang tidak lazim terjadi di Bali karena Bali adalah daerah wisata," tambahnya.
Dengan berbagai pernyataan dan ajakan ini, FKUB Bali dan pemerintah setempat berharap agar ketegangan yang ada dapat segera mereda dan keamanan Bali dapat terjaga dengan baik.