Kementerian Agama Republik Indonesia baru-baru ini menggelar Festival Kasih Nusantara, yang menjadi puncak perayaan Natal bersama umat Kristiani di lingkungan Kementerian Agama. Acara ini diselenggarakan di Jakarta dan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, umat Kristen dan Katolik berkumpul merayakan Natal dengan semangat kebersamaan.
Festival ini mengusung tema "Christmas Love in God, Harmony Together" (C-LIGHT). Tema ini menjelaskan bahwa "Christmas in God" bukan sekadar nilai keagamaan yang terfokus pada ritual, tetapi juga mencakup pelayanan, empati, dan tanggung jawab sosial kepada sesama. Sementara itu, "harmony together" menggambarkan komitmen untuk merawat ruang hidup bersama yang damai, inklusif, dan saling menghormati.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 2.500 peserta baik secara luring maupun daring. Menteri Agama Nasaruddin Umar menghargai rangkaian acara Festival Kasih Nusantara yang telah dimulai dengan berbagai kegiatan sosial selama beberapa bulan terakhir. Dia menekankan bahwa perayaan ini bukan hanya sekadar memperingati Natal dan Tahun Baru, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan solidaritas kebangsaan.
Dalam sambutannya, Menag menyatakan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, mengingat musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dia menekankan pentingnya doa dan aksi nyata untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. "Tidak ada perayaan Natal tahun ini tanpa doa untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kalian tidak sendiri. Seluruh anak bangsa ikut bersama kalian," ujarnya.
Menag juga menekankan komitmen Kementerian Agama untuk mengutamakan kurikulum cinta dan ekoteologi. Menurutnya, konsep cinta harus diukur dan diwujudkan dalam kebijakan, pendidikan, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup. Dia mengajak seluruh umat beragama untuk memandang alam semesta sebagai mitra kehidupan dan bukan sekadar objek eksploitasi.
Menag mendorong umat Kristen dan Katolik untuk menjadikan Natal sebagai momentum menebarkan energi positif. Ia juga berharap Tahun 2026 akan menjadi lembaran baru yang lebih baik, sambil mengajak semua pihak untuk berdoa agar tahun tersebut membawa perubahan yang positif bagi bangsa. Festival Kasih Nusantara merupakan penegasan akan pentingnya praktik keberagamaan yang inklusif dan kolaboratif di Indonesia, mencerminkan nilai kemanusiaan yang universal.