Ruang Bangsa - Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera menerapkan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) sebagai upaya pengendalian konsumsi gula, terutama menjelang Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap 7 April.
FAKTA menyatakan keprihatinan atas tertundanya penerapan cukai MBDK yang dianggap penting untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, khususnya terkait penyakit tidak menular (PTM) akibat konsumsi gula berlebih.
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo Wibowo, menyoroti bahwa penundaan penerapan cukai dengan alasan kondisi ekonomi yang belum stabil mencerminkan pengabaian terhadap ancaman serius PTM. Ia menegaskan bahwa kebijakan konkret seperti cukai MBDK dapat membantu menekan angka obesitas dan diabetes tipe 2, terutama pada anak-anak. Ari juga mencatat potensi kerugian negara hingga Rp40,6 triliun akibat penundaan ini, yang berdampak pada sistem jaminan kesehatan nasional.
FAKTA Indonesia juga mengkritik Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2026 yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip pembentukan peraturan. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan cukai MBDK, membatalkan Permenkes tersebut, serta menetapkan batas maksimal kandungan gula, garam, dan lemak yang harus dipatuhi oleh industri. FAKTA menekankan bahwa kualitas kesehatan generasi merupakan faktor penentu masa depan bangsa.