Duong Cam Luncurkan Program Musik 'Ruang Tamu Tiga Generasi' Tanpa Lipsync
Ruang Utama

Duong Cam Luncurkan Program Musik 'Ruang Tamu Tiga Generasi' Tanpa Lipsync

Ruang Bangsa - Serial "Ruang Keluarga Tiga Generasi" disutradarai dan diproduseri oleh Duong Cam.

Acara pertama berlangsung pada malam tanggal 14 Juni di Teater Ho Guom di Hanoi, menyatukan tiga generasi: komposer Duc Huy dan seniman Ho Quynh Huong, Bui Cong Nam, dan Vu Thanh Van, yang mewakili berbagai gaya musik, semuanya berkumpul dalam satu ruang bersama.

Ruang keluarga tiga generasi menghadirkan kembali musik ke ruang-ruang yang akrab.

Pada konferensi pers tanggal 8 Mei di Hanoi, musisi Duong Cam menjelaskan bahwa rangkaian program tersebut terbentuk dari pertanyaan yang sangat sederhana: Sejak kapan kita tinggal di bawah satu atap tetapi semakin menjauh satu sama lain?

Itulah mengapa dia ingin menggunakan musik untuk menyatukan orang-orang dalam sebuah keluarga.

"Orang tua akan memahami apa yang didengarkan dan dipikirkan anak-anak mereka. Anak-anak juga akan memahami apa yang didengarkan kakek-nenek mereka di masa lalu, dan dari mana asal lagu-lagu yang biasa didengarkan orang tua dan kakek-nenek mereka. Katalisator yang disebut musik inilah yang akan membantu keluarga saling memahami dengan lebih baik. Bahkan sedikit pun sangat berharga," kata Duong Cam.

Alih-alih memilih konsep yang megah, Duong Cam membawa musik kembali ke ruang paling intim di dalam rumah: ruang tamu – yang juga merupakan simbol kebersamaan.

Pertunjukan ini menampilkan 100% penampilan langsung, tanpa lip-sync. "Itu adalah dosa besar di atas panggung. Penonton yang meluangkan waktu dan uang mereka untuk datang ke pertunjukan ini pantas mendapatkan hadiah yang berharga. Saya berkomitmen untuk itu," tambah musisi tersebut.

Akan ada beberapa perpaduan yang tak terduga.

Seri konser langsung "Three Generations Living Room" direncanakan terdiri dari 8 pertunjukan, masing-masing berdurasi 120 menit, yang akan berlangsung dari Juni tahun ini hingga Februari tahun depan, menampilkan artis dari berbagai generasi.

Tim tersebut berupaya menemukan hubungan emosional antar lagu sehingga penonton tidak akan menganggapnya berbeda, melainkan familiar dengan cara yang baru. Artis tersebut tidak hanya harus menyanyikan lagu mereka sendiri, tetapi juga memasuki dunia lagu lain, generasi lain.

Sang sutradara mengungkapkan bahwa pertunjukan tersebut akan menampilkan perpaduan yang tak terduga. Ini bukan pasangan acak, melainkan dialog yang disengaja antara generasi musik. Di situlah momen-momen paling otentik muncul.

Ada lagu-lagu lama yang telah diaransemen ulang; dan ada juga lagu-lagu baru yang mencoba menghadirkan pengalaman perjalanan waktu, seperti semacam pertukaran. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman perjalanan waktu di mana kita tidak lagi memiliki konsep tua atau muda, melainkan tidak ada lagi jarak di antara kita.

KACANG ABAD

You can share this post!