Ruang Bangsa - Ketua Umum MUI Kabupaten Sumenep KH Moh. Shaleh Abdurahman memberikan dukungan penuh terhadap sikap MUI se-Madura dalam upaya menjaga moral bangsa dari tantangan sosial, termasuk kampanye LGBT. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) MUI Madura yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Palengaan, Pamekasan.
Rakorwil MUI Madura dihadiri oleh pengurus MUI dari empat kabupaten, yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Dalam pertemuan ini, berbagai isu strategis dibahas, termasuk beredarnya video yang menampilkan aksi tidak pantas dalam kegiatan keagamaan.
Ketua Umum MUI Kabupaten Pamekasan KH Ali Rahbini Abd. Latif menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap fenomena tersebut agar tidak berkembang menjadi hal yang dianggap lumrah. Ia menyatakan perlunya panduan dan edukasi dari MUI kepada masyarakat. Sementara itu, Koordinator MUI Madura KH Muhammad Makki Nasir menilai penyebaran budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter di bidang sosial dan budaya, yang telah menjadi perhatian nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.
KH Moh. Shaleh Abdurahman menegaskan pentingnya menjaga moral generasi muda dan mengantisipasi kampanye yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya. Ia membandingkan ancaman LGBT dengan bahaya narkoba, yang sama-sama berpotensi merusak masa depan generasi bangsa. Selain itu, ia menekankan perlunya kolaborasi antara ulama, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat pembinaan moral.