Ruang Bangsa - Selasa, 10/03/2026
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Persoalan tapal batas bukan hanya menjadi persoalan antara Kabupaten. Bahkan, tapal batal antar kampung kerap memicu perselisihan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.
Menurutnya, konflik batas wilayah berpotensi berkembang menjadi sengketa berkepanjangan apabila tidak ditangani secara serius. Terlebih jika wilayah yang dipersoalkan memiliki potensi sumber daya alam bernilai ekonomi.
“Kalau sudah menyangkut potensi sumber daya alam, itu bisa jadi rebutan dan berpotensi konflik,” ujarnya.
Gideon menjelaskan, kondisi tersebut dapat memicu ketegangan antar masyarakat kampung yang berbatasan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif sejak dini agar persoalan tapal batas tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah daerah, aparat kampung, hingga instansi terkait diharapkan dapat duduk bersama untuk mempercepat penetapan batas wilayah secara jelas dan legal.
“Koordinasi bersama sangat penting agar masalah ini bisa segera dituntaskan,” katanya.
Berita Terkait