Ruang Bangsa - Forum diskusi yang diadakan di Semarang mengajak mahasiswa, akademisi, aktivis, dan budayawan untuk membahas pentingnya ruang dialog kritis dalam memperkuat persatuan bangsa. Pertemuan ini berlangsung di Hans Kopi Veteran dan difasilitasi oleh RMOLJateng.
Forum yang berjudul Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II? ini mengumpulkan berbagai elemen masyarakat untuk bertukar pikiran mengenai kondisi kebangsaan, peran masyarakat sipil, serta evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Diskusi ini dipandu oleh moderator Edhi Prayitno Ige.
Pembicara utama, Evantio Yudhistira dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), menekankan bahwa dialog ilmiah dan dialektika penting untuk membangun kesadaran kolektif. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang bias di media sosial. Selain itu, Evantio menyoroti perlunya implementasi Pasal 33 UUD 1945 dalam pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Akademisi dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, menambahkan bahwa Semarang memerlukan lebih banyak forum diskusi yang serius membahas arah pembangunan bangsa. Ia memberikan catatan mengenai program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih, menekankan pentingnya penyempurnaan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui forum ini, para peserta berharap ruang diskusi yang telah dibuka dapat terus berkembang demi konsolidasi gagasan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. Kolaborasi lintas sektor dianggap penting untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di Indonesia.