Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi baru-baru ini mengadakan webinar bertajuk "Digitalisasi Kebudayaan di Era Digital". Acara ini diadakan pada tanggal 21 Oktober 2023 dan dihadiri oleh berbagai komunitas digital dari DKI Jakarta dan Banten.
Perkembangan teknologi dan ruang digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Selain sebagai sumber informasi yang tak terbatas, ruang digital juga berfungsi sebagai media untuk menyebarkan budaya bangsa. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan platform dan media digital guna memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat global melalui konten dalam bentuk teks, video, dan audio.
Robinson Sinurat, pendiri Yayasan Mimpi Besar Indonesia, menjelaskan bahwa digitalisasi kebudayaan merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pengelolaan, dokumentasi, penyebarluasan, dan pengetahuan dalam bidang kebudayaan. "Sebagai pengguna ruang digital, kita memiliki kewajiban untuk memperkenalkan kebudayaan bangsa yang beragam kepada dunia," katanya. Menurutnya, Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya, kesenian, bahasa, dan permainan daerah yang perlu diperkenalkan secara luas.
Vivid D Sambas, Ketua Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam digitalisasi kebudayaan berkat keragaman suku dan etnis yang tersebar di ribuan pulau. "Ini merupakan sumber konten yang dapat digunakan untuk mengenalkan budaya dari setiap daerah di ruang digital," ungkapnya. Dia juga mengajak masyarakat untuk merekam dan melestarikan jejak kebudayaan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Rini Darmastuti, Ketua Program Studi Public Relations Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang digital. "Kita harus bersikap etis karena berinteraksi dengan beragam budaya. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga identitas diri dan budaya bangsa di dunia digital," ujarnya. Rini menekankan pentingnya menunjukkan eksistensi budaya Indonesia yang sopan dan etis, serta melindungi jati diri bangsa dari tantangan globalisasi.
Kemenkominfo dan GNLD Siberkreasi juga terus melaksanakan program Indonesia Makin Cakap Digital. Menurut riset We Are Social Hootsuite per Februari 2022, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia, dengan 191,4 juta di antaranya merupakan pengguna media sosial aktif. Meskipun Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level "sedang" dengan skor 3,49, Kemenkominfo dan GNLD berkomitmen untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk webinar.