Di CIIE 2025, China Dorong Reformasi Perdagangan Global yang Transparan dan Setara
Internasional

Di CIIE 2025, China Dorong Reformasi Perdagangan Global yang Transparan dan Setara

China menilai perdagangan dan perekonomian global mesti transparan dan masuk akal. Semua pihak yang terlibat juga mesti ditempatkan di posisi setara.

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Oleh Sekar Gandhawangi

06 Nov 2025 18:00 WIB · Internasional

SHANGHAI, KOMPAS — China menyebut ingin mentransformasi sistem perdagangan global menjadi lebih transparan dan masuk akal, utamanya bagi negara-negara berkembang. Untuk mencapai hal ini, China membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Hal tersebut mengemuka melalui pidato Perdana Menteri China Li Qiang pada pembukaan China International Import Expo (CIIE) 2025 di Shanghai, China. Pameran yang bertumpu pada barang impor ini berlangsung pada 5-10 November 2025.

Pameran ini merupakan gelaran CIIE kedelapan sejak pertama kali diadakan pada 2018. Ada lebih dari 4.100 pelaku usaha dari 155 negara dan wilayah yang berpartisipasi di CIIE 2025. Hal yang dipamerkan antara lain robot, kosmetik, kendaraan, barang elektronik, dan produk agrikultur. Beberapa negara yang berpartisipasi adalah Swedia, Perancis, Thailand, Uni Emirat Arab, Gambia, dan Armenia.

Li mengatakan, perekonomian global mestinya menjunjung tiga nilai. Satu di antaranya menjunjung kesetaraan dan manfaat bersama. Selain itu, perlu juga mengonsolidasikan kepentingan bersama serta menjaga keadilan dan kesetaraan internasional. Kesetaraan dan skema sama-sama menguntungkan ini dinilai penting mengingat ketegangan internasional yang meningkat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

”Tarif benar-benar merusak tatanan ekonomi dan perdagangan internasional, serta mendisrupsi operasi normal perusahaan di beberapa negara,” ucap Li.

Li tidak menunjuk hidung dengan ucapan ini, tetapi berbagai pihak menyimpulkan Li merujuk pada Amerika Serikat. Tarif yang dimaksud adalah tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mulai berlaku pada 7 Agustus 2025 waktu AS. Ada sekitar 100 negara yang dikenai tarif 10-50 persen, sementara Indonesia 19 persen.

Tarif Trump diberlakukan guna menghidupkan kembali industri manufaktur dan mengurangi defisit perdagangan AS. Walakin, tarif ini dikhawatirkan memicu inflasi dan menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik (Kompas, 9/8/2025).

Baca Juga Tarif Trump Berlaku, Perekonomian AS dan Global Terpaksa Beradaptasi

Li menambahkan, perekonomian China bakal melampaui angka 170 triliun yuan pada 2030. Angka ini setara sekitar 23 triliun dolar AS. Hal itu menandakan adanya peluang pasar besar di China untuk dunia. Adapun total penduduk China saat ini mencapai 1,4 miliar jiwa. China adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua setelah India.

”China bersedia bekerja sama dengan semua pihak untuk mempromosikan Inisiatif Tata Kelola Global di bidang ekonomi global dan perdagangan, serta meningkatkan sistem perdagangan multilateral dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pusatnya,” ucap Li.

Sementara itu, menurut Menteri Perdagangan China Sheng Qiuping, China adalah pasar impor terbesar kedua di dunia. Nilai impor barang dan jasa China ditetapkan mencapai 15 triliun dolar AS pada periode 2021-2025.

Setelah pertemuan

Pernyataan China soal perekonomian global dan perdagangan ini terjadi sepekan setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Keduanya bertemu di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025 menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025.

Pertemuan Trump-Xi disebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting. Trump menyebut, Beijing akan bekerja keras menghentikan aliran obat terlarang fentanil ke AS. Trump pun setuju memangkas tarif fentanil. Ini berarti tarif total untuk China turun dari 57 persen menjadi 47 persen.

China juga akan membeli kedelai dari AS setelah sempat mengalihkan pembelian ke negara-negara Amerika Selatan. Adapun China membeli kargo kedelai AS jelang KTT APEC 2025 (Kompas.id, 30/10/2025).

Baca Juga Hasil Pertemuan Trump dan Xi Belum Jelas

China CIIE 2025 Shanghai ekonomi perdagangan global CIPCC SDGs SDG07-Energi Bersih dan Terjangkau SDG01-Tanpa Kemiskinan SDG08-Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG17-Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Kerabat Kerja

Penulis:

Sekar Gandhawangi

|

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H

|

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari

You can share this post!