Ruang Bangsa - Peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi pada Rabu, 1 April 2026, diwarnai aksi demonstrasi oleh puluhan massa dari Forum Warga Cibeureum Bersatu (Forwaci) yang memprotes pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa membawa sampel makanan dari program tersebut yang dinilai tidak memenuhi standar.
Aksi unjuk rasa dimulai dengan tuntutan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi yang diduga terlibat dalam pengelolaan dapur program MBG. Koordinator aksi, Ujang Taupik, menyebutkan adanya dugaan keterlibatan anggota dewan dalam pengelolaan dapur di wilayah Baros dan Cibeureum.
Ujang Taupik menyatakan bahwa ada dugaan anggota DPRD memiliki lima dapur di Cibeureum dan mengungkapkan bahwa pekerja di dapur tersebut berasal dari luar daerah, tidak melibatkan masyarakat setempat. Dia juga menekankan dampak negatif program MBG terhadap pelaku usaha lokal, di mana banyak pelaku UMKM tidak terlibat dalam rantai pasok, yang mengakibatkan penurunan pendapatan mereka.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, menegaskan pentingnya membuktikan setiap dugaan secara jelas dan akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Rojab menyatakan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat menjadi energi untuk perbaikan dan menekankan bahwa pelaksanaan program MBG harus sesuai dengan regulasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ia juga menyatakan bahwa jika terbukti ada pelanggaran, anggota dewan dapat dilaporkan ke Badan Kehormatan.