Dema PTKIN Seluruh Indonesia Tanggapi Pembubaran Diskusi di UGM
Ruang Bangsa

Dema PTKIN Seluruh Indonesia Tanggapi Pembubaran Diskusi di UGM

Ruang Bangsa - Pembubaran forum diskusi ilmiah yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi sorotan berbagai pihak, terutama terkait kondisi demokrasi dan kebebasan akademik di perguruan tinggi.

Awal Kejadian

Peristiwa pembubaran tersebut dianggap sebagai sinyal peringatan terhadap ancaman terhadap ruang dialog di lingkungan kampus. Tindakan ini memicu kekhawatiran akan terhambatnya pertukaran gagasan yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan akademik.

Perkembangan

Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Seluruh Indonesia menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut. Koordinator Pusat Dema PTKIN, M. Miftahul Rizky, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan publik, namun harus dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan menghormati hak orang lain.

Rizky menekankan pentingnya tradisi dialog dan diskusi dalam dunia akademik, yang menjadi identitas kampus sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan kritis dan tempat mencari solusi atas tantangan bangsa.

Kondisi Terakhir

Rizky memperingatkan bahwa pembubaran diskusi dapat mengikis budaya akademik yang sehat dan menghalangi mahasiswa dalam menjalankan peran intelektual mereka. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat sipil, untuk memperluas ruang diskusi publik yang sehat dan partisipatif. Dema PTKIN berharap agar kampus tetap menjadi ruang aman dan terbuka bagi pertukaran gagasan dari berbagai latar belakang.

You can share this post!