Laporan Citi juga menyoroti bagaimana AI memicu fenomena langka berupa siklus super belanja modal pada pembangunan pusat data (data center).
Citi Research memperkirakan belanja modal global terkait AI akan mencapai USD 7,75 triliun pada 2030. Dalam konteks ini, pembiayaan perdagangan berperan penting melalui solusi seperti pembiayaan rantai pasok dan program piutang terstruktur.
Adopsi AI dalam pembiayaan perdagangan juga meningkat pesat. Sebanyak 36% perusahaan besar kini telah menggunakan teknologi AI, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Berbagai jenis inovasi ini, dikombinasikan dengan keahlian penstrukturan, dapat membantu perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan mengoptimalkan modal kerja sambil mendukung rantai pasok yang lebih efisien, serta pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) besar-besaran yang sedang berlangsung secara global," lanjut Adoniro Cestari.
Survei terhadap 710 perusahaan besar menunjukkan 65% di antaranya aktif mendiversifikasi rantai pasok, dengan Vietnam, Thailand, India, dan Meksiko menjadi tujuan utama relokasi produksi.