BCA Perkuat Perlindungan Data Nasabah di Era Perbankan Digital
Teknologi

BCA Perkuat Perlindungan Data Nasabah di Era Perbankan Digital

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Meningkatnya layanan perbankan digital mendorong perlunya perlindungan data pribadi nasabah yang lebih kuat. Di tengah kemudahan transaksi, risiko kebocoran dan penyalahgunaan data menjadi perhatian seiring pesatnya pemanfaatan teknologi di sektor perbankan.

Oleh karenanya, PT Bank Central Asia Tbk memperkuat tata kelola perlindungan data nasabah. Upaya ini ditandai dengan diraihnya dua sertifikasi berstandar internasional yang berkaitan dengan privasi data dan pengelolaan sistem teknologi digital.

Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan, kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama dalam layanan perbankan, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama bagi keberhasilan yang telah diraih oleh BCA sejauh ini,” ujarnya dalam keterangan, Senin (9/2/2026).

“Sertifikasi ini juga mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi perlindungan yang berlaku,” kata Lianawaty.

Selain itu, BCA juga memperoleh sertifikasi ISO 42001 yang mengatur sistem manajemen kecerdasan buatan. Standar ini dirancang untuk memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara etis, transparan, aman, dan bertanggung jawab.

Menurut Lianawaty, transformasi digital di sektor perbankan tidak hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan layanan, tetapi juga rasa aman bagi nasabah.

“Kami percaya inovasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang kuat,” ujarnya.

Penguatan perlindungan data dan pengelolaan teknologi tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya aktivitas perbankan digital masyarakat, agar kepercayaan publik terhadap layanan keuangan tetap terjaga.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

You can share this post!