Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengadakan forum warga di Bekasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya peran mereka dalam menjaga keadilan dan integritas pemilu.
Dalam forum tersebut, Dhany Wahab, seorang narasumber, mengidentifikasi sejumlah kerawanan yang perlu diwaspadai dalam pelaksanaan Pilkada. Ia menyoroti potensi konflik antar pendukung, praktik politik uang, penyalahgunaan jabatan dan fasilitas negara, manipulasi data pemilih, serta pelanggaran waktu kampanye.
“Perbedaan pilihan politik serta dukungan terhadap pasangan calon dan penyebaran informasi provokatif melalui media sosial dapat memicu ketegangan sosial dan konflik di masyarakat,” ungkap Dhany Wahab.
Dhany menekankan bahwa forum warga yang diselenggarakan oleh Bawaslu Jabar merupakan sarana penting untuk pendidikan politik masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjadi pemilih yang bijak dan cerdas.
“Mari kita sukseskan Pilkada serentak dengan menjadi pemilih yang cerdas, mencermati rekam jejak para kandidat kepala daerah, serta menggunakan hak pilih secara rasional. Kita juga harus aktif mengawasi dan melaporkan jika menemukan pelanggaran,” ajaknya.
Di Kabupaten Bekasi, Pilkada diikuti oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, yaitu:
Sementara itu, dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat terdapat empat pasangan calon, yaitu: