Ruang Bangsa - Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia memaparkan fragmentasi perdagangan dan volatilitas pasar keuangan internasional --di tengah tensi geopolitik yang meningkat-- mempengaruhi perekonomian domestik pada tiga jalur utama.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman menyebutkan ketiga jalur tersebut antara lain: Pertama, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, termasuk pangan, sehingga mendorong inflasi.
"Kedua, gejolak pasar keuangan dapat memengaruhi nilai tukar yang berdampak pada harga barang impor dan stabilitas harga dalam negeri," ujar Aida dalam keterangan pers, Rabu (4/3/2026).
Ketiga, perlambatan perdagangan global dapat menekan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian memengaruhi dinamika permintaan dan inflasi.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia menempuh strategi 3K, yaitu kebijakan yang terintegrasi, kolaborasi erat dengan pemerintah, serta komitmen untuk terus berada di pasar guna meredam gejolak dan memastikan inflasi tetap sesuai sasaran.
Baca Juga
Maybank Beber Empat Skenario Dampak Konflik AS-Iran ke Ekonomi RI
OJK Blokir 436.727 Rekening Penipuan, Dana Rp566 Miliar Dibekukan
BI Lakukan Intervensi Usai Rupiah Sempat Tembus Rp17.000
Next article →