JAKARTA, iNews.id - Pegiat isu politik Aurelia Vizal menegaskan bahwa kejayaan dan keemasan suatu bangsa tidak muncul secara tiba-tiba atau dari ruang hampa. Menurutnya, hal tersebut harus dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat.
Dalam sebuah program yang disiarkan oleh iNews berjudul Demokrasi Digital: yang Muda yang Bersuara, Aurelia menjelaskan, "Kejayaan dan keemasan itu tidak hadir dari ruang hampa, itu bukan habis gelap terbitlah terang, tapi itu dibuat dari kemuakan warga, kemuakan orang-orang atas kekacauan yang terjadi, dan dari kesadaran kolektif."
Aurelia menekankan bahwa kejayaan tidak akan muncul begitu saja setelah terjadinya kekacauan. Ia berpendapat bahwa perubahan yang signifikan hanya dapat dicapai melalui kesadaran untuk memperbaiki sistem yang rusak. "Kekuasaan itu tidak pernah mutlak, tapi kemarahan rakyat itu terus ada kalau misalkan pemerintahnya tetap menjadi sesuatu yang korup," tambahnya.
Di sisi lain, Aurelia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap peran anak muda dalam politik. Ia menunjukkan bahwa anak muda sering kali hanya diperlakukan sebagai jargon politik dalam setiap pesta demokrasi yang berlangsung lima tahun sekali. Menurutnya, anak muda tidak dianggap sebagai subjek politik yang setara.
"Dari sistem yang dibangun saat ini, kita anak muda suka dijadikan jargon politik lima tahun sekali. Tapi rasanya tuh kosong, kita kayak habis dijadiin kayak simbol politik, kayak hiasan doang setiap lima tahun sekali. Setelah itu apa? Kita tidak pernah dianggap sebagai subjek politik yang setara," ujarnya.