Ruang Bangsa - Aktivis perkotaan meminta evaluasi terhadap aplikasi JAKI setelah mengalami ketidakpuasan dalam penanganan aduan terkait kondisi drainase di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Tigor, seorang warga setempat, melaporkan kondisi drainase yang rapuh dan berpotensi longsor melalui aplikasi JAKI pada Sabtu (12/4/2026). Ia mengkhawatirkan keberadaan tiang dan bangunan yang menyangga drainase tersebut.
Keesokan harinya, petugas hanya menambal sebagian kecil dinding drainase sesuai dengan laporan Tigor. Ia menegaskan bahwa laporan yang diajukan mencakup permintaan untuk memperbaiki seluruh tembok got dan membersihkan sampah di area tersebut. Tigor juga mengungkapkan bahwa perbaikan yang dilakukan belum menyeluruh dan merupakan hasil dari beberapa kali laporan serta kritik kepada media.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemprov Jakarta menyatakan akan memberikan sanksi bagi petugas yang terbukti memanipulasi laporan di JAKI. Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengakui adanya praktik rekayasa dalam penanganan laporan, termasuk manipulasi foto. Saat ini, proses pemberian sanksi sedang berjalan, dan pembinaan juga akan dilakukan kepada petugas agar pengawasan terhadap laporan warga lebih ketat.