Ruang Bangsa - JAKARTA, KOMPAS.com - Gen Z mengubah cara memandang dunia kerja. Jika generasi sebelumnya identik dengan ambisi meniti tangga karier hingga kursi manajerial, kelompok pekerja muda kini dinilai lebih pragmatis.
Laporan terbaru Glassdoor menyebut fenomena ini sebagai career minimalism, yakni pendekatan karier yang menempatkan pekerjaan utama sebagai sarana stabilitas finansial, sementara ambisi dan passion disalurkan di luar jam kerja, termasuk melalui side hustle yang kian menjanjikan.
Dikutip dari Fortune, Kamis (26/2/2026), survei Glassdoor terhadap lebih dari 1.000 profesional di Amerika Serikat (AS) menunjukkan 68 persen responden Gen Z mengaku tidak akan mengejar posisi manajemen jika bukan karena gaji atau jabatan.
Lihat Foto
Temuan ini menandai pergeseran dari pola tradisional yang selama ini dipandang sebagai jalur utama kesuksesan profesional.
Morgan Sanner, pakar karier Gen Z di Glassdoor sekaligus pendiri Resume Official, menggambarkan perubahan tersebut dengan metafora berbeda.
“Kita telah mengganti jenjang karier yang kaku dengan pijakan karier yang fleksibel,” ujarnya.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai sebuah jalur di mana kita dapat langsung menuju peluang apa pun yang paling sesuai pada saat ini.
"Dalam jangka panjang, fleksibilitas semacam itu lebih berkelanjutan, lebih realistis, dan lebih sesuai dengan realitas tempat kerja saat ini," jelas Sanner.
Gen Z dan jabatan manajerial: antara skeptis dan realitas data
Lihat Foto
Meski survei terbaru menunjukkan skeptisisme terhadap jabatan manajerial, data lain dari Glassdoor menghadirkan gambaran berbeda.
Daniel Zhao, Chief Economist Glassdoor mengatakan, laporan dua tahunan Worklife Trends menemukan Gen Z memasuki jajaran manajemen dengan tingkat yang sama seperti generasi sebelumnya.
Zhao merujuk pada konsep “ conscious unbossing ” alias pelepasan kendali secara sadar dan anggapan bahwa generasi muda enggan menjadi atasan karena tak lagi melihatnya sebagai jalur ideal.
Namun, menurutnya, Anda sebenarnya tidak melihat bukti apa pun tentang hal itu dalam data.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa milenial untuk pertama kalinya menjadi mayoritas manajer, sementara Gen Z menyumbang sekitar 10 persen dari total manajer.
“Manajemen bukanlah untuk semua orang, dan itu tidak apa-apa. Tetapi tetap saja, bidang ini dipandang sebagai jalur terbaik untuk menapaki tangga karier," ucap Zhao.