Ruang Bangsa - SURABAYA, KOMPAS.com — Wandhori (41), seorang sekuriti di SMAN 2 Surabaya, kini dapat tinggal lebih nyaman setelah rumahnya direnovasi melalui program bedah rumah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Dulu kami tidur di ruang tamu, semua bareng-bareng pakai tikar karena kamarnya bocor. Sekarang alhamdulillah sudah bisa menempati kamar masing-masing,” kata Wandhori, Selasa (5/5/2026).
Wandhori mengungkapkan, kondisi rumahnya sebelumnya tidak layak huni.
Atap rumah bocor, dinding rusak, dan tidak memiliki plafon. Dari empat kamar yang ada, hanya satu kamar yang dapat digunakan.
Akibatnya, ruang tamu harus difungsikan sebagai tempat tidur bersama keluarga.
Program bedah rumah
Setelah mendapat bantuan renovasi, kondisi rumah menjadi lebih layak.
Atap tidak lagi bocor, dinding diperbaiki, dan seluruh ruangan dapat digunakan dengan nyaman.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, termasuk tenaga pendukung di lingkungan pendidikan.
“Kita harus peduli, bukan hanya kepada guru tetapi juga tenaga penjaga keamanan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Program berlanjut
Program bedah rumah ini akan terus dilaksanakan secara bertahap.
Anggaran bantuan juga ditingkatkan dari Rp 20.000.000 menjadi Rp 25.000.000 per rumah.
Pada 2025, sebanyak 135 rumah tidak layak huni telah direnovasi melalui program tersebut.
Selain renovasi rumah, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp 1.000.000 bagi keluarga kurang mampu.
Dana tersebut berasal dari zakat pegawai Dinas Pendidikan yang dikelola Baznas.