PSSI Belum Terima Dokumen Resmi Soal Ketidaklulusan Indonesia di Asian Games 20
Olahraga

PSSI Belum Terima Dokumen Resmi Soal Ketidaklulusan Indonesia di Asian Games 20

Berbicara kepada New Straits Times (Malaysia) pada malam tanggal 11 Februari, Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor mengkonfirmasi bahwa negara tuan rumah Jepang hanya akan mengizinkan 16 tim untuk berpartisipasi dalam turnamen sepak bola putra di Asian Games 2026 (ASIAD 20). Slot ini akan dipilih berdasarkan hasil Kejuaraan AFC U-23 2026. Ini berarti bahwa tim yang tidak lolos ke Kejuaraan AFC U-23 tidak akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di ASIAD 20.

Dengan peraturan baru ini, sepak bola Indonesia berada dalam posisi yang kurang menguntungkan karena tidak memenuhi kriteria untuk lolos ke Kejuaraan Asia U-23 2026. Sementara itu, hanya Vietnam dan Thailand dari Asia Tenggara yang telah lolos, sehingga membuka pintu bagi mereka untuk berpartisipasi di ASIAD di Aichi-Nagoya (Jepang).

Federasi sepak bola Indonesia telah menyerahkan daftar tersebut beberapa bulan lalu, tetapi...

Menyusul berita mengejutkan ini, Ketua Komite Tim Nasional (NTC) dan anggota Dewan Eksekutif PSSI, Bapak Sumardji, angkat bicara. Berbicara di Indomilk Arena (Tangerang), beliau menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) belum menerima dokumen resmi apa pun yang memberitahukan tentang tersingkirnya Indonesia dari Asian Games ke-20.

"Hingga saat ini, kami belum menerima surat resmi apa pun yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam Asian Games di Jepang," tegas Sumardji.

Yang perlu diperhatikan, alih-alih menghubungi AFC secara langsung, Sumardji menyatakan akan bekerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk memverifikasi informasi tersebut. “Saya akan memberi tahu Presiden KOI besok agar kami berdua dapat sepenuhnya mengetahui informasinya, karena ini secara langsung memengaruhi persiapan tim. Jika mereka tidak mengambil keputusan, kami tidak dapat melanjutkan, karena itu berada dalam wewenang mereka,” katanya.

Menurut Bapak Sumardji, PSSI telah menyerahkan daftar registrasi untuk Asian Games ke-20 dua bulan lalu dan selalu siap untuk kemungkinan berpartisipasi dalam Games tersebut. Oleh karena itu, berita bahwa Indonesia didiskualifikasi telah menimbulkan banyak pertanyaan di dalam federasi.

Senada dengan pandangan tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Ketua KOI Raja Sapta Oktohari untuk mengklarifikasi masalah ini. Namun, hingga saat ini, PSSI belum menerima dokumen resmi apa pun, meskipun informasi tersebut telah banyak diberitakan di media.

"Kami telah meminta klarifikasi. Namun sejauh ini, belum ada surat resmi, meskipun pernyataan telah muncul di saluran media," tegas Yunus Nusi.

Menurut penjelasan AFC, organisasi tersebut bertanggung jawab untuk menyelenggarakan turnamen profesional, sementara peraturan mengenai jumlah tim yang berpartisipasi dalam ASIAD berada di bawah wewenang negara tuan rumah dan sistem Olimpiade. Hal ini memaksa PSSI untuk menunggu tindakan dari Komite Olimpiade alih-alih membuat keputusan sendiri.

"Meskipun Vietnam dan Thailand memiliki peluang besar untuk berpartisipasi dalam Asian Games ke-20, sepak bola Indonesia menghadapi risiko gagal lolos ke turnamen kontinental tersebut. Hal ini tidak hanya memengaruhi rencana profesional tim U23 Indonesia, tetapi juga menimbulkan tantangan besar bagi sepak bola kita dalam hal strategi pengembangan dan integrasi ke dalam turnamen kontinental di masa depan," demikian penilaian CNN Indonesia.

You can share this post!