Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Harus Sejalan dengan Pelestarian Budaya dan Karakter Bangsa
Ruang Bangsa

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Harus Sejalan dengan Pelestarian Budaya dan Karakter Bangsa

Ruang Bangsa - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia perlu berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa.

Awal Kejadian

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya Hafid dalam audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/06/2026).

Perkembangan

Meutya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan digital global tanpa kehilangan akar budayanya, didukung oleh sekitar 230 juta pengguna internet yang berkontribusi sepertiga dari total ekonomi digital di kawasan ASEAN. Untuk itu, pembangunan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan sangat diperlukan.

Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, melainkan harus memperkuat identitas nasional dan memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya. Dalam konteks ini, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda.

Kondisi Terakhir

Meutya menambahkan bahwa Kementerian juga sedang menyiapkan regulasi etika kecerdasan artifisial (AI) dan peta jalan AI nasional, bertujuan untuk memastikan perkembangan AI di Indonesia berlangsung secara bertanggung jawab dan inklusif. Ia percaya bahwa teknologi dan budaya dapat berjalan beriringan, menciptakan masa depan digital yang lebih kuat dan berkarakter. Keberhasilan transformasi digital, menurutnya, akan tercapai jika ada keseimbangan antara inovasi, perlindungan, dan pelestarian nilai.

You can share this post!