Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Pelestarian Budaya di Indonesia
Ruang Bangsa

Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Pelestarian Budaya di Indonesia

Ruang Bangsa - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan lebih bermakna jika anak-anak sebagai generasi penerus dibekali dengan budaya bangsa serta perlindungan di ruang digital.

Awal Kejadian

Meutya menyatakan bahwa baik pertumbuhan ekonomi digital maupun pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, yang pada akhirnya dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi digital di masa depan. Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital global dengan jumlah pengguna layanan digital yang mencapai 230 juta, atau hampir 80 persen dari total populasi.

Perkembangan

Di kawasan ASEAN, Indonesia berkontribusi sepertiga dari total ekonomi digital regional. Namun, Meutya menekankan pentingnya menjaga akar budaya dalam pembangunan ekosistem digital. Ia mengusulkan perlunya inisiatif untuk menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan. Kementerian Komunikasi dan Digital juga mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) untuk membangun ruang digital yang aman bagi anak-anak.

Kondisi Terakhir

Meutya mengungkapkan bahwa ruang digital harus menjadi tempat yang aman, sehat, dan produktif. Anak-anak perlu mendapatkan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata, termasuk mengenal permainan tradisional, seni, budaya, serta interaksi sehat dalam lingkungan keluarga. Keberhasilan transformasi digital Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan untuk menciptakan keseimbangan antara inovasi, perlindungan, dan pelestarian nilai-nilai budaya.

You can share this post!