ASN Riau Tingkatkan Literasi Digital untuk Keamanan dan Perlindungan Anak
Ruang Bangsa - RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat kompetensi literasi digital bagi aparatur sipil negara atau ASN. Langkah ini diambil untuk menghadapi tantangan transformasi digital, memperketat keamanan siber, serta meningkatkan perlindungan terhadap anak di ruang digital.
Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui rangkaian pelatihan dan webinar yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Riau. Salah satu agenda utama adalah Pelatihan Jarak Jauh bertajuk "ASN Aman di Ruang Digital" yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026).
Kepala BPSDM Riau Eva Refita menyatakan, antusiasme pegawai terhadap tema keamanan digital sangat tinggi. "Walaupun jumlah peserta dibatasi hanya untuk 150 orang, masih banyak ASN yang ingin mendaftar karena temanya sangat relevan dengan kondisi saat ini," kata Eva di Pekanbaru.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendalami Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Regulasi ini menitikberatkan pada perlindungan anak di bawah usia 16 tahun dari risiko pornografi, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi.
Narasumber pelatihan, Suta Pranawijaya, menekankan bahwa ASN yang juga berperan sebagai orang tua harus mampu mendampingi aktivitas digital anak secara kritis. Orang tua diminta membuat aturan penggunaan gawai serta mengajarkan etika berkomunikasi di internet.
Selain pelatihan teknis, Diskominfotik Riau juga menggelar webinar literasi digital pada Rabu (4/3/2026) yang diikuti lebih dari 300 peserta. Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi menegaskan bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap pegawai negara.
"ASN harus mampu beradaptasi dan menjaga integritas diri serta institusi di ruang digital. Pelatihan ini adalah langkah nyata untuk memastikan setiap pegawai memiliki benteng pertahanan yang kuat terhadap risiko siber," ujar Supriyadi.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber Tiara Mulia Putri memaparkan kerangka kerja CABE yang meliputi kecakapan, keamanan, budaya, dan etika digital. Ia mengingatkan bahwa kebocoran data pribadi sering kali bermula dari kelalaian pengguna dalam mengelola informasi sensitif, seperti kata sandi.
Pemerintah Provinsi Riau berharap, melalui edukasi berkelanjutan ini, ASN tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman. (Bil)




